Saber, Pemburu Hero Tipis

Informasi Hero Saber

Patch Note 1.16.18 (20/09/2021)

Harga: 6.500 (Battle Point), 299 (Diamonds)
Role: Assassin
Tipe: Charge/Reap

Profil Hero Saber

Movement Speed260Physical Attack118
Magic Power0Physical Defense20
Magic Defense15HP2599
Mana443Attack Speed0.87
HP Regen7Mana Regen3.2
Basic ATK Crit Chance0Skill Crit Chance0

Skill dan Pasif Saber

Pasif (Enemy’s Bane)

Debuff

Damage Saber mengurangi Physical Defense lawan sebanyak 3-8. Dapat di-Stack hingga 5 kali. Berlangsung selama 5 detik.

Skill 1 (Orbiting Swords)

AoE, BUFF

CD: 9.0
Mana Cost: 75
Tipe: Physical Skill

Saber menembakkan 5 pedang yang mengelilinginya, memberikan 210 (+60% Physical ATK Tambahor) Physical Damag kepada lawan yang terkena pedang tersebut. Setelah mengelilingi Saber selama beberapa waktu, pedang tersebut akan kembali ke Saber.

Selama durasi Skill ini, ketika Saber memberikan Damage dengan Basic Attack atau Skill-nya, dia akan melemparkan salah satu pedang tersebut kepada target, memberikan 210 (+60%Physical ATK Tambahang Physical Damage kepada target utama dan 50% dari Damage tersebut kepada target lain yang dilewatinya serta mengurang Cooldown dari Charge selama 1 detik. Skill ini hanya memberikan 50% Damage kepada Minion.

Skill 2 (Charge)

BLINK, AoE

CD: 12.0
Mana Cost: 70
Tipe: Physical Skill/Blink/Physical Basic ATK

Saber melakukan Charge ke arah yang telah ditentukan, memberikan 75 (+50%Physical ATK Tambahan) Physical Damage kepada lawan di sepanjang jalan.

Saber memperoleh Basic Attack yang ditingkatkan setelah melakukan Charge, memberikan 75 (120% Total Physical ATK) Physical Damage dan menyebabkan efek Slow kepada target sebesar 60% selama 1 detik.

Ultimate (Triple Sweep)

Burst Damage, CC

CD: 44.0
Mana Cost: 100
Tipe: Physical Skill/Blink

Saber berlari menuju Hero lawan dan menyebabkan efek Airborne kepada target selama 1.2 detik. Selama periode ini, Saber akan melakukan 3 tebasan secara berturut-turut. Dua tebasan pertama memberikan 120 (+100%Physical ATK Tambahan) Physical Damage, sedangkan tebasan ketiga memberikan 240 (+200%Physical ATK Tambahan) Physical Damage.

Kisah Fiksi Hero Saber

Jauh di dalam pegunungan di sebelah utara Cadia Riverlands, terdapat sebuah desa yang sunyi dan damai. Desa ini adalah tempat tinggal dari Tianyin Swordmaster Sect yang legendaris, dan juga merupakan tempat di mana Duan Meng menghabiskan masa kecilnya untuk menyempurnakan tekniknya.

Ketika usianya cukup untuk memegang pedang bambu, Duan Meng bertekad untuk menjadi seorang ahli pedang yang hebat. Sementara orang lain masih tidur, dia akan bangun dan berlatih keras, dan akan terus berlanjut hingga matahari terbenam dan bulan telah terbit dan menyinari langit.

Dia mengetahui bahwa persyaratan untuk memasuki Tianyin Swordmaster Sect begitu tinggi, dan maka dari itu, setelah berlatih siang dan malam dalam badai, hujan, dan salju, gerbang kuil suci itu pun akhirnya terbuka untuk Duan Meng. Tidak lama kemudian, bakat dan obsesinya yang luar biasa terhadap ilmu pedang menarik perhatian dari pemimpin mereka, Master Longma, yang dulu merupakan murid dari Great Dragon dan pemimpin spiritual dari Tianyin Swordmaster Sect. Di bawah bimbingan Master Longma, Duan Meng mulai mengungguli teman-temannya dan menjadi pemimpin murid generasi baru.

Seiring berjalannya waktu, Duan Meng mulai lelah akan kehidupan di pegunungan yang membosankan. Obsesinya akan ilmu pedang dan ambisinya membuatnya ingin menantang lawan yang lebih kuat sehingga dia dapat menciptakan legendanya sendiri dan menyebarkannya ke seluruh dunia, layaknya ahli pedang legendaris yang menginspirasi perjalanan pribadinya. Tetapi, Master Longma menolak permintaannya untuk pergi dari gunung itu.

“Ini belum waktunya. Kamu belum menjadi seorang ahli pedang yang tidak terkalahkan.” Duan Meng yang masih muda dan penuh semangat menolak untuk menuruti perkataan gurunya. Dia cukup percaya diri dengan kemampuannya dan berharap untuk meningkatkan ilmu pedangnya dengan hanya melalui pertarungan secara terus-menerus.

Selama bertahun-tahun, Duan Meng berkelana ke seluruh penjuru Cadia Riverlands, mengalahkan satu demi satu ahli pedang, termasuk para rakyat Dragon Altar. Dia terus mendekat pada gelar “Ahli Pedang Terhebat” tanpa mengalami satu pun kekalahan.

Ini adalah saat-saat sebelum Duan Meng bertemu dengan seseorang yang akan menjadi saingan terhebatnya, Zhixu. Orang ini datang entah dari mana dan tidak memiliki guru. Hidupnya bagaikan sebilah pedang, dibentuk dengan sempurna dan dilengkapi oleh dirinya sendiri.

Dalam pertarungan mereka, Duan Meng dikalahkan, dan bahkan tidak dapat melawan kembali. Untuk mengalahkan Zhixu pada suatu hari nanti, Duan Meng mengucilkan dirinya di pegunungan dan berlatih dengan keras selama tiga tahun.

Di akhir waktu tiga tahun ini, Duan Meng merasa siap untuk bertarung kembali dengan Zhixu, dan turun dari pegunungan itu. Tetapi takdir berkata lain, lawannya telah berkembang dengan lebih pesat dalam waktu tiga tahun ini. Dia kembali kalah, dan bahkan pedangnya dibelah menjadi dua oleh lawannya.

Kegagalan Duan Meng mengingatkannya pada perkataan gurunya: “Ini belum waktunya. Kamu belum menjadi seorang ahli pedang yang tidak terkalahkan.” Akan tetapi, Duan Meng mengetahui bahwa dia telah melakukan semua yang dapat dia lakukan, dan tidak ada cara untuk membuat pedang di tangannya menjadi lebih cepat ataupun lebih kuat.

Untuk mencari gaya ilmu pedang yang benar-benar tidak terkalahkan, Duan Meng meninggalkan wilayah Cadia Riverlands dan berkelana ke seluruh penjuru Land of Dawn. Dalam perjalanannya, dia mendengar kabar mengenai Laboratorium 1718- bahwa mereka dapat menstimulasi potensi tubuh manusia melalui transformasi buatan, memberikan kekuatan lebih kepada seseorang. Duan Meng tidak dapat menahan keingintahuannya. Jika kabar ini benar, maka dia masih memiliki kesempatan untuk mencapai puncak dari ilmu pedang. Selama dia dapat menjadi lebih kuat, dia rela melakukan segalanya.

Pada saat ini, ilmuwan jahat dari Laboratorium 1718 juga tertarik pada ahli pedang dari timur ini. Mereka sedang mempersiapkan proyek augmentasi baru untuk menciptakan senjata manusia. Ketika kedua pihak menyetujui proyek ini, transformasi tersebut dimulai.

Setelah beberapa kali melakukan eksperimen dan operasi, proyek tersebut akhirnya berhasil, dan sebuah makhluk dengan kekuatan mekanis serta kemampuan berpedang dan kemampuan merasa seperti manusia akhirnya terlahir. Tetapi setelah bangun, Duan Meng telah lupa akan segalanya mengenai dirinya, termasuk namanya sendiri. Dia kemudian diberikan nama baru oleh para penciptanya: Saber. Senjata dari Laboratorium 1718, Saber menjadi alat yang digunakan untuk memburu pihak-pihak yang menentang mereka. Tentunya, ini semua merupakan rencana dari Laboratorium 1718. Mereka berniat untuk memancing orang yang tepat untuk membantu mereka menyelesaikan rencana senjata manusia ini. Setelah transformasi tersebut telah selesai, Duan Meng, yang dulunya bermimpi untuk mencapai puncak tertinggi dari ilmu pedang, tidak lagi hidup. Sebagai gantinya. sebuah pembunuh mekanis, Saber, dilahirkan.

Meskipun para pencipta Saber yakin bahwa mereka telah berhasil, seiring berjalannya waktu, gerakan yang tidak asing, perasaan memegang pedang di tangannya, pembunuhan demi pembunuhan, hari demi hari sesuatu mulai berkecimpung di hati Saber. Sebagai seorang petarung, dia tidak dapat menerima statusnya yang diturunkan menjadi seorang mesin pembunuh semata, dan dapat merasakan memori yang terpendam jauh di dalam pikirannya yang bertarung untuk diingat kembali. Dia mulai mempertanyakan masa lalunya sendiri dan arti kehidupannya.

Di suatu malam yang larut, tersiksa oleh potongan-potongan ingatannya, Saber menghancurkan implan yang mengendalikan saraf di kepalanya, menghancurkan laboratorium proyek senjata humanoid tersebut, dan memulai perjalanan yang jauh, penuh dengan kesepian.

Bertahun-tahun setelahnya, Laboratorium 1718 tidak pernah menyerah dalam pengejaran suatu benda yang dianggap sebagai produk gagal. Melalui seluruh pertarungan dan perjalanan setelahnya, Saber bertekad untuk menemukan kembali nama dan asalnya. Potongan-potongan ingatannya terus kembali, membimbingnya untuk menemukan masa lalunya secara perlahan. Hanya ada satu hal yang dia yakini dia mengetahui bahwa dia belum menjadi ahli pedang yang benar-benar tidak terkalahkan, dan bahwa dia masih memiliki lawan yang menantikan pertarungan mereka berikutnya.

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan komentar

Me

Author

Baca lainnya

Kategori