Ling, Hero Dengan Mobilitas Tinggi di Land of Dawn

Informasi Hero Ling

Patch Note 1.16.18 (20/09/2021)

Harga: 32.000 (Battle Point), 599 (Diamonds)
Role: Assassin
Tipe: Chase/Burst

Profil Hero Ling

Movement Speed260Physical Attack125
Magic Power0Physical Defense18
Magic Defense15HP2578
Mana0Attack Speed0.81
HP Regen7.8Mana Regen0
Basic ATK Crit Chance0Skill Crit Chance0

Skill dan Pasif Ling

Pasif (Cloud Walker)

Skill Lightness Ling yang luar biasa membantunya melompat di antara dinding dan mengeliminasi lawan. Ketika berada di dinding, Ling memulihkan 6 Lightness Point tambahan setiap detik. Setiap kali Ling memberikan Damage kepada lawan, dia memulihkan 5 Lightness Point tambahan.

Skill Lightness Ling memberinya 15% Critical Chance, tapi Critical Damage-nya berkurang menjadi 140%.

Skill 1 (Finch Poise)

BLINK, BUFF

CD: 10.0
Energy Cost: 35

Pasif: Critical Chance Ling meningkat sebesar 5% secara permanen.

Aktif: Ling menggunakan Lightness Skill-nya, melompat ke atas dinding yang telah ditentukan, memasuki Mode Half-Stealth, memulihkan Lightness Point dengan lebih cepat dan memperoleh 30% Movement Speed. Jika Ling menerima Damage, dia akan keluar dari Mode Half-Stealth. Jika dia terkena efek Crowd Control, dia akan jatuh ke tanah dan terkena efek Slow sebesar 30% selama 2 detik. Saat menggunakan Skill ini untuk melompat dari satu dinding ke dinding lainnya, dia akan me-Reset Cooldown dan me-Refresh Mode Half-Stealth.

Skill 2 (Defiant Sword)

BLINK, BUFF

CD: 2.5
Energy Cost: 40
Tipe: Physical Basic ATK/Blink

Ling berlari ke arah yang ditentukan dan menusuk lawan terdekat di tujuannya, memberikan 230 (+40% Total Physical ATK) Damage.

Jika Ling menggunakan Skill ini ketika dia berada di dinding, dia akan berlari ke tempat yang telah ditentukan di tanah, memberikan 230 (+40 % Total Physical ATK) Damage kepada lawan dalam area kecil dan menyebabkan efek Slow kepada mereka sebesar 30% selama 1.5 detik. Jika serangan ini memberikan Critical Damage, lawan yang berada di dalam area tersebut akan terkena efek Slow tambahan sebesar 45% selama 0.75 detik.

“Defiant Sword” dapat memicu Efek Attack sebagai Basic Attack dan dapat memulihkan 35 HP untuk Ling setiap kali mengenai lawan.

Ultimate (Tempest of Blades)

Burst Damage, CC

CD: 52.0
Tipe: Physical Skill

Ling melompat dan menggunakan keahlian pedangnya yang luar biasa selama 1.5 detik, di mana dia menjadi Invincible, memperoleh 10% Movement Speed, dan dapat bergerak dengan bebas. Kemudian dia mendarat di tanah, memberikan 250 (+100 % Total Physical ATK) Damage kepada lawan di dalam area efek, menyebabkan efek Airborne kepada lawan di tengah area selama 1 detik, dan menciptakan Sword Field yang berlangsung selama 8 detik.

Pada tepi dari Sword Field, akan terdapat 4 Field Eye “Tempest of Blades”. Dengan menyentuh Field Eye, Ling dapat me-Reset Cooldown dari “Defiant Sword” dan memulihkan 25 Lightness Point.

Kisah Fiksi Hero Ling

Di atas gunung yang ditutupi awan, terletak pintu masuk ke dalam Hidden Land of the Dragon – dikenal sebagai “Sky Arch”. Di samping Sky Arch, banyak Assassin dengan pakaian hitam berdiri. Bordir biru-kehijauan di baju mereka menandakan bahwa mereka adalah anggota dari kelompok Assassin paling misterius di Cadia Riverlands, “Finch”. Konon, kabur dari “Finch” adalah hal yang mustahil.

Setelah beberapa saat, seorang pria mendarat di sebelah Sky Arch. Dengan pergerakan kakinya yang lincah, ia tidak membuat satu pun riak di danau awan. Pria ini adalah Assassin dari Finch yang terhebat, dikenal sebagai “Cyan Finch”. Tanpa keraguan, ia mengayunkan Defiant Sword miliknya, menghasilkan energi yang dahsyat dan membuka Sky Arch.

Para Assassin di belakangnya berlari menyebrangi gerbang dan memasuki Hidden Land of the Dragon. Sebagai seorang Assassin yang sempurna, Cyan Finch tidak dapat mentolerir kegagalan. Kali ini pun sama. Akan tetapi, Hidden Land memiliki banyak pesona dan perangkap gaib untuk melawan penyusup, yang membuat para Assassin kehilangan sayapnya dan jatuh dari langit. Akan tetapi, perangkap tersebut sama sekali tidak dapat menghentikan Cyan Finch. Kakinya yang lincah meluncur melewati segala bahaya menuju ke Hidden Land.

Cyan Finch dengan cepat sampai kepada pusat dari Hidden Land – Great Dragon Palace. Perhatian semua pengawal terpusat kepada kerusuhan di Sky Arch, dan telah membiarkan Great Dragon Palace tidak terjaga. la melihat istana ini dari tempat tinggi, mengingat masa-masa di mana ia dipanggil “Ling”, saat ia dikhianati.

Pada saat itu, Ling dan Zilong tinggal di Hidden Land, berguru dengan Great Dragon. Menjadi penerus Great Dragon adalah tujuan mereka bersama. Akan tetapi, walaupun Ling yang berbakat mengalahkan Zilong dalam pertarungan terakhir, Great Dragon masih memilih Zilong sebagai penerusnya dan anak angkatnya.

Ling meninggalkan Hidden Land dengan merasa terhina dan dengan hati yang tidak tenang. Dipenuhi dengan kebencian dan keinginannya akan kekuatan, ia melatih dirinya sendiri dengan keras. Usahanya terbayar beberapa tahun kemudian dan ia menjadi Assassin terbaik dan nantinya dikenal sebagai Cyan Finch. Musuh-musuhnya pun gemetar bila mendengar namanya disebut.

Walaupun ia terkenal, ia masih belum puas. Suatu hari, ia bertemu dengan Black Dragon, seorang pengkhianat yang diasingkan dari Hidden Land. Ia menyusun rencana untuk membalaskan dendamnya terhadap Hidden Land dan Cyan Finch menyetujui tawaran tersebut karena mereka berdua telah menerima perlakuan yang sama.

Ling melihat Great Dragon duduk di istana dengan tatapan jahat, dan dengan sekejap mata, ia muncul di tengah-tengah istana tersebut. Great Dragon melihat mantan muridnya, menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafas kecewa. Ling tidak melakukan apa pun karena ia menunggu lawan sejatinya untuk datang. Dengan kilat perak, Zilong muncul di antara Ling dan Great Dragon dengan Dragon Spear di tangannya.

Ini adalah momen yang Ling, sekarang dikenal sebagai Cyan Finch, nanti-nantikan – momen untuk membalas dendam dan membuktikan bahwa Great Dragon salah. Kali ini, Defiant Sword dan Dragon Spear beradu dan aliran energi yang hebat memenuni istana. Mereka bertarung selama ratusan ronde, dari dalam hingga ke luar. Akan tetapi, mereka tidak dapat mengalahkan satu sama lain.

Ling menemukan bahwa Zilong bukanlah lawan yang lemah yang dulu ia kalahkan. Merasa frustrasi, Ling mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengeluarkan Skill yang paling mematikan – “Tempest of Blades”. Energinya yang hebat mengguncang seluruh Hidden Land. Zilong bertahan di tengah Sword Field tanpa rasa takut.

Zilong bersenjatakan Dragon Spear dan mengejar pedang Ling seperti naga yang tidak pernah menyerah. Zilong, sekuat-kuatnya dia, bukanlah tandingan untuk kecepatan dan kelincahan Ling saat ia menyadari pedangnya diarahkan ke matanya. Tetapi, tangan Ling bergetar dan bimbang saat melihat Zilong menarik tombaknya sebelum tombak tersebut akan mengenainya.

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan komentar

Me

Author

Baca lainnya

Kategori