Leomord, Hero Kesatria Berkuda

Informasi Hero Leomord

Patch Note 1.16.18 (20/09/2021)

Harga: 32.000 (Battle Point), 599 (Diamonds)
Role: Fighter
Tipe: Chase/Burst

Profil Hero Leomord

Movement Speed240Physical Attack126
Magic Power0Physical Defense21
Magic Defense15HP2738
Mana0Attack Speed0.844
HP Regen7Mana Regen0
Basic ATK Crit Chance0Skill Crit Chance0

Skill dan Pasif Leomord

Pasif (The Oath Keeper)

BUFF

Jika HP target kurang dari 30%, Leomord memberikan Damage Critical.

Skill 1 (Momentum)

AoE, Slow

CD 7.0
Tipe Physical Skill

Leomord mendapatkan Shield secara otomatis yang dapat menyerap 150 (+150% Total Physical ATK) Damage dan dapat melakukan Charge sebelum menyerang. Kemudian dia memberikan 360 (+140 Total Physical ATK) Physical Damage dan menyebabkan efek Slow pada unit lawan sebesar 40% dalam area tersebut. Berlangsung selama 1 detik.

Gunakan Kembali: Semakin lama Leomord melakukan Charge pada Skill ini, semakin besar Damage-nya. Gerakan apa pun dapat membatalkan proses Charge Leomord dan secara otomatis memicu serangan

Skill 2 (Decimation Assault)

BLINK, Slow

CD: 14.0
Tipe: Physical Skill/Blink

Leomord melakukan Charge dengan cepat ke arah yang telah ditentukan, memberikan 300 (+50% Total Physical ATK) Physical Damage pada lawan yang berada di dekat jalur dan tujuannya. Menyebabkan efek Slow pada unit lawan sebesar 30%. Berlangsung selama 1 detik.

Ultimate (Phantom Steed)

Memanggil, Morph

Tipe:Physical Skill
CD: 55.0

Leomord memanggil Barbiel untuk berlari ke Battlefield dan menyebabkan efek Knockback kepada seluruh lawan di jalurnya, memberikan 350 (+100 % Total Physical ATK) Physical Damage kepada seluruh lawan di jarlurnya.

Jika Barbiel bersentuhan dengan Leomord, mereka akan memasuki Mode Mounted.

Mode Mounted: Leomord memperoleh Set Skill baru. Dia dapat menggunakan Basic Attack dalam area lingkaran dan bahkan ketika bergerak. Selain itu, dia memperoleh 60 Movement Speed dan 40 Physical & Magic Defense tambahan.

Kisah Fiksi Hero Leomord

Pada suatu hari seperti hari ini, Tigreal dan Expeditionary Forces of Light-nya menerobos masuk ke Fortress of Despair dengan segenap kekuatan mereka, dan dengan cepat mengalahkan begitu banyak Undead yang bersembunyi di dalamnya. Setelah mengalami kekalahan ini, Vexana menyadari bahwa dia perlu menemukan partner yang kuat, yang sanggup menghadapi kekuatan Warrior of Light, atau dia akan mengalami kekalahan telak. Vexana berkelana kesana kemari dan berfikir dengan hati-hati mencari seseorang yang memiliki kekuatan yang dapat mengalahkan Tigreal. Tiba-tiba, gambaran jelas tentang wajah dari masa lalu melintas di benaknya–Leomord.

Dahulu kala, Fortress of Despair adalah pusat dari sebuah kerajaan yang begitu indah dan kaya. Leomord dan Royal Knight-nya bersumpah untuk melindungi Raja dan Ratu mereka, yang tidak lain adalah Vexana. Semua penjajah yang berani menyerang kerajaan akan menerima takdir kematian dari pedang Leomord. Namun, suatu hari kerajaan itu hancur. Pada hari itulah Vexana mengubah semua makhluk kerajaan menjadi undead. Lionhart jatuh dalam keputusasaan. Walaupun dia dapat mengalahkan semua kejahatan yang menyerang kerajaan ini, dia tidak dapat menghunuskan pedangnya kepada wanita ini yang dulu adalah Ratunya. Dia tidak sanggup melihat kerajaan yang dia cintai dan yang dia pernah sumpahi untuk dijaga ini menuju kehancuran. Leomord pun mengakhiri hidupnya sendiri dengan penuh kesedihan dan keputusasaan.

Kekuatan dan tekad hidup Leomord berkobar dengan begitu terangnya sehingga Vexana tidak dapt mengendalikan dia dalam wujud Spirit-nya. Namun karena Fortress of Despair sedang di dalam bahaya besar, dia tidak memiliki pilihan lain selain membangkitkan Leomord. Ketika dia bangkit dari kematiannya, Leomord merasa bahwa jiwanya dipenuhi dengan rasa sakit dan keputusasaan yang menyiksa. Berbisik dengan manis di telinganya. Vexana memberi tahu pada Leomord bahwa Undead yang berdiri di hadapannya dulunya adalah orang-orang terkasih yang disumpahnya untuk dilindungi. Dia memperingatkan Leomord bahwa jika dia tidak melindungi Fortress of Despair, maka semua jiwa yang tidak bersalah ini akan menderita kutukan abadi.

Leomord tidak memiliki pilihan lain. Dia lebih memilih untuk tunduk kepada sihir Vexana daripada membiarkan teman-temannya tersebut menderita. Leomord memanggil kuda kesayangannya, Barbiel, dan pedangnya yang terkenal, The Oath Keeper.

Tepat ketika Expeditionary Forces of Light menyerbu Fortress of Despair yang begitu mengerikan, Leomord dan Barbiel menyerang para penjajah dengan sebuah Black Lightening. Banyak dari Expeditionary Forces of Light dihancurkan. Tidak ada yang dapat menahan ayunan pedang Leomord, atau begitulah yang mereka kira. Tigreal berdiri di sana menantang Leomord dan menarik pedang Sword of Dawn miliknya untuk melawan Leomord. Ketika pedang mereka beradu, Tigreal dapat merasakan kesedihan dan keputusasaan Leomord dari pedangnya. Pada hari itu, Tigreal menyadari bahwa dia telah bertemu dengan salah satu lawan terkuat yang pernah dia hadapi.

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan komentar

Me

Author

Baca lainnya

Kategori