Hilda, Hero Dengan Kapak Besar

Informasi Hero Hilda

Patch Note 1.16.18 (20/09/2021)

Harga: 24.000 (Battle Point), 499 (Diamonds)
Role: Fighter/Tank
Tipe: Damage/Regen

Profil Hero Hilda

Movement Speed260Physical Attack123
Magic Power0Physical Defense24
Magic Defense15HP2789
Mana0Attack Speed0.842
HP Regen8.4Mana Regen0
Basic ATK Crit Chance0Skill Crit Chance0

Skill dan Pasif Hilda

Pasif (Blessing of Wilderness)

BUFF

Hilda meregenerasi 2% dari Max HP-nya setiap detik ketika berada di dalam semak-semak. Ketika memasuki semak-semak, dia memperoleh Shield yang setara dengan 15% dari Max HP-nya. Setelah meninggalkan semak-semak, Shield tersebut bertahan selama 5 detik. Efek ini memiliki Cooldown selama 10 detik.

Skill 1 (Combat Ritual)

Speed Up, AoE

CD: 10.0
Tipe: Physical Basic ATK

Hilda mengaktifkan Runic Power dari Great Sword, meningkatkan Movement Speed-nya sebesar 60% selama 3 detik dan memperkuat Basic Attack berikutnya: Memberikan 200 (+100 % Total Physical ATK) Physical Damage dan menyebabkan efek Slow kepada target sebanyak 40%. Berlangsung selama 3 detik. Selain itu, memberikan 120 (+60 % Total Physical ATK) Physical Damage kepada lawan di belakang target.

Skill 2 (Art of Hunting)

Damage, CC

CD: 9.0
Tipe: Physical Skill

Hilda mengunci ke target lawan, setiap kali memberikan 185 (+100 % Total Physical ATK) Physical Damage. Skill dapat digunakan hingga 3 kali. Serangan kedua akan memberikan Damage kepada sekitar target, serangan ketiga akan menyebabkan efek Knockback kepada target dan lawan di sekitarnya untuk sejumlah waktu.

Ultimate (Power of Wildness)

Burst Damage, CC

Tipe:Physical Skill
CD: 32.0

Hilda melompat ke arah Hero lawan yang ditentukan dan menyerang dengan kuat, memberikan 800 (+250% Physical ATK Tambahan) Physical Damage dan menyebabkan efek Stun kepada target.

Lawan di sekitar juga menerima 60% dari Damage Skill ini. Setiap Kill atau Assist memperkuat Power of Wildness, meningkatkan Physical Damage-nya sebanyak 25. (Efek ini dapat di-Stack hingga 8 kali.) Setelah mencapai Stack penuh, Damage akan meningkat sebanyak 50% dan 40% dari Physical Defense target akan diabaikan.

Kisah Fiksi Hero Hilda

Di suatu tempat di mana daratan es Northern Vale bertemu dengan padang rumput Moniyan, terdapat suatu area unik bernama Megalith Wasteland, dinamakan demikian karena sebuah lingkaran sihir Megalith, sebuah peninggalan dari masa-masa kuno. Orang-orang harus melewatinya untuk masuk ke Northern Vale – tempat tinggal Hilda.

Di Northern Vale, di mana sumber daya alam sangat langka, pertarungan antar suku ada di mana-mana, sama seperti es dan salju yang tidak pernah mencair. Semakin kuat suatu suku, semakin banyak lahan berburu yang mereka dapat miliki. Ini sangat penting untuk suku Garland dari Megalith Wasteland. Lokasi geografis yang berbahaya dan Megalith Wasteland yang gersang membuat orang-orang sulit bertahan hidup di sana, tetapi di bawah perlindungan kekuatan Megalith, suku ini terus bertahan di sana tahun demi tahun.

Lingkaran sihir Megalith kuno telah berada di sana selama beribu-ribu tahun, pembuatnya berharap bahwa lingkaran sihir tersebut akan memerangkap para Iceland Golem di sebelah utara daratan utama dan mencegah mereka dari bepergian ke selatan. Dengan punahnya Iceland Golem, lingkaran sihir tersebut telah kehilangan fungsi aslinya, hanya meninggalkan reruntuhan kuno di dalamnya untuk mengedarkan kekuatan Megalith yang telah diturunkan selama bertahun-tahun.

Legenda berkata bahwa hanya anggota suku Garland paling murni yang mampu mengangkat piringan batu di lingkaran sihir tersebut dan memperoleh warisan kekuatan yang berlimpah. Maka dari itu, setiap kali penerus suku berusia 20 tahun, dia dapat menjadi Megalith Power yang baru dan memasuki lingkaran sihir, di mana dia dapat mewarisi kekuatan yang luar biasa ini dan memimpin sukunya untuk melawan musuh dari luar.

Sejak dia masih kanak-kanak, Hilda memiliki harapan tinggi karena ibunya, Megalith Power terakhir. meninggal di sebuah pertarungan untuk melindungi sukunya 10 tahun sebelumnya. Suku Garland, kehilangan perlindungan dari Megalith Power, memasuki masa krisis dan menjadi korban serangan dan pelecehan. Maka dari itu, seluruh suku meletakkan harapan pada Hilda untuk tumbuh besar dengan sehat dan kuat dan memiliki kemampuan untuk melindungi sukunya secepat mungkin.

Hilda memenuhi ekspektasi ini. Sejak dini, dia menunjukkan bakat bertarung dan kekuatan yang jauh melampaui teman-temannya, dan seiring bergantinya tahun, dia menjadi petarung terkuat di sukunya.

Ulang tahun Hilda yang ke-20 akhirnya tiba, dan suku Garland yang telah lama menderita meyambut ulang tahun Hilda dengan sebuah upacara yang mewah. Megalith Power yang telah lama mereka nantikan akan terlahir dan dapat memimpin suku mereka pada kebangkitan.

Tetapi, di depan seluruh anggota suku, meskipun dia telah mengerahkan seluruh tenaganya, Hilda tidak dapat mengangkat piringan batu tersebut. Dalam keheranan yang menyusul, seorang tetua suku mengungkapkan kebenaran: Hilda bukanlah putri kandung dari Megalith Power sebelumnya, melainkan seorang bayi terlantar yang ditemukan ibunya di alam liar dan mengasuhnya layaknya anak sendiri.

Seluruh anggota suku telah kehilangan seluruh harapan mereka pada saat ini, dan kepercayaan yang telah memberikan harapan kepada mereka seakan-akan lenyap tak berbekas dalam sekejap mata. Kekecewaan yang sangat besar perlahan-lahan berubah menjadi amarah dan prasangka buruk. Mereka mengucilkan Hilda dan terus-menerus menghinanya, mencegahnya dari memperoleh kedudukan di kelompok tersebut.

Dalam kekecewaannya, Hilda mengingat apa yang ibunya pernah katakan di akhir hidupnya: “Megalith Power bukanlah kekuatan yang diwariskan, melainkan pengertian akan arti sebenarnya. Setiap generasi Megalith Power memiliki makna tersendiri. Untuk seorang ibu, Megalith Power adalah suatu hati yang gigih dan tidak dapat dihancurkan, seperti sebuah batu.”

Segera setelah itu, Hilda, yang telah mengalami kemunduran yang luar biasa, meninggalkan Megalith Wasteland di mana dia telah tinggal selama bertahun-tahun dan memulai masa pengembaraan tanpa henti. Dalam tahun-tahun berikutnya, dia menjadi seorang prajurit bayaran tanpa tempat tinggal tetap, dan jejaknya dapat ditelusuri dari Northern Vale hingga Moniyan Empire, dan pada akhirnya di seluruh Land of Dawn.

Selama waktu ini, perkataan ibu Hilda melekat padanya, maka apa pun kesulitan yang dia hadapi, dia tidak pernah menyerah. Bahaya dan kesulitan tersebut meningkatkan kekuatan Hilda dan menempanya menjadi seorang pejuang yang hebat.

Dan meskipun dia telah meninggalkan Megalith Wasteland, suatu kaitan dengan tempat tersebut selalu ada di hati Hilda. Beberapa tahun kemudian, Hilda menyelamatkan seorang budak yang sedang dipukuli, dan mengenalnya sebagai seorang anggota suku Garland. Dia memberi tahu Hilda tentang apa yang terjadi pada sukunya: Setelah Hilda pergi, suku Garland memilih seorang Megalith Power baru yang memiliki hubungan darah dengan pemimpin mereka. Tetapi Megalith Power ini bukanlah seorang pemimpin yang baik. Keputusan yang naif dan operasi yang berbahaya kian melemahkan suku mereka hari demi hari, dan akhirnya berujung pada suku Garland yang dijajah dan diperbudak oleh suku lain.

Meskipun pernah diragukan sebelumnya, Hilda tidak ragu untuk kembali ke Megalith Wasteland setelah mengetahui hal ini. Hilda menyerang lawan-lawannya tanpa keraguan, mengalahkan suku lain untuk membebaskan suku Garland, memimpin mereka untuk membangun kembali negeri mereka. Para anggota suku akhirnya mengerti bahwa syarat seseorang agar dapat menjadi pemimpin bukanlah garis keturunan. Karena suku Garland telah memperoleh pencerahan, mereka menerima Hilda dan berharap bahwa dia dapat tinggal dan melanjutkan warisan Megalith Power.

Tetapi kali ini, Hilda menolak undangan mereka, dan memilih untuk pergi ke daerah asing sekali lagi karena perkataan ibunya masih ada dalam pikirannya: Megalith Power dari setiap generasi memiliki makna mereka sendiri. Hati yang gigih tersebut diberikan oleh ibunya, dan walaupun dia mungkin menemukan maknanya sendiri, suatu saat dia pasti akan menemukannya.

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan komentar

Me

Author

Baca lainnya

Kategori