Tigreal, Hero Tank Pengganggu Jungler Lawan

Informasi Hero

Patch Note 1.16.18 (20/09/2021)

Harga: 32.000 (Battle Point), 599 (Diamonds)
Role: Tank/Support
Tipe: Crowd Control

Profil Hero

Movement Speed260Physical Attack112
Magic Power0Physical Defense20
Magic Defense15HP2690
Mana450Attack Speed0.826
HP Regen8.4Mana Regen2.4
Basic ATK Crit Chance0Skill Crit Chance0

Kisah Fiksi Hero

Tigreal terlahir di keluarga bangsawan Weiting. Sejak berdirinya Moniyan Empire, keluarga Weiting selalu menyediakan bakat militer bagi Moniyan Empire, dan telah melindungi kekuatan kerajaan serta keamanan negara Moniyan selama turun-temurun. Generasi Tigreal bukanlah sebuah pengecualian. Ayahnya, Gareth, merupakah Menteri Pertahanan kerajaan dan tangan kanan sang kaisar, sedangkan pamannya, Eckert, merupakan kepala penjaga perbatasan yang ditempatkan di daerah paling bahaya di antara bagian selatan kerajaan dan Land of Despair.

Meskipun ribuan tahun telah berlalu sejak perubahan mengejutkan yang memisahkan kerajaan, kabar burung dan ancaman tentang Abyss, iblis, dan makhluk menyeramkan tidak pernah pudar. Sejak kecil, Tigreal menerima pelatihan militer secara sistematis di Castle Atlas, mempelajari berbagai teknik bertempur seperti bertarung, ilmu pedang, dan mengendarai kuda. Seluruh keluarga Tigreal memiliki harapan yang tinggi untuknya, berharap bahwa suatu hari nanti dia dapat melanjutkan generasi ayahnya dan menjadi pelindung Moniyan yang paling setia.

Pada usia enam belas tahun, Tigreal bergabung dengan Imperial Army dengan kesetiaan penuh, serta bergabung dengan barisan Garrison Army. Selama masa empat ahun di Garrison Army, Tigrel memimpin pasukannya menuju seluruh penjuru Moniyan, yang meningkatkan kemampuannya dalam memerintah dan memimpin, dan membuatnya disukai oleh para Knight of Light.

Kemudian, Tigreal bergabung dengan Knight of Light dengan bakat bertempur dan kepemimpinannya yang luar biasa. Di Moniyan Empire, hanya prajurit paling setia dan berani yang telah menjalani latihan intensif dapat dipilih untuk menjadi Knight of Light, dan Tigreal menjadi anggota termuda dalam sejarah mereka. Dia merupakan kebanggaan keluarganya dan seorang jenius di mata penduduk Moniyan. Semua orang percaya bahwa dia akan menjadi pahlawan dalam sejarah Moniyan, seperti para martir di generasi sebelumnya di Corridor of Valor.

Tetapi, hidup tidak berjalan lancar untuk Tigreal. Di Barren Lands, dalam pertarungan untuk mengusir para iblis dari Abyss, yang telah menguasai daerah tersebut untuk waktu yang lama, Tigreal merupakan komandan dari Second Division Regiment dalam pasukan yang terdiri dari para Knight of Light dan Imperial Border Guard. Dia ditempatkan di sisi kiri medan perang, dan melancarkan serangan pada pasukan iblis. Tetapi, karena kesalahan pusat komando, pasukan Tigreal masuk terlalu dalam dan dikepung oleh pasukan lawan.

Setelah itu, pusat komando memerintahkan pasukan Tigreal untuk meninggalkan beberapa orang prajurit di belakang dan berpencar untuk menembus kepungan tersebut. Di waktu ini, Tigreal telah bersumpah untuk hidup dan mati bersama dengan pasukannya, tetapi deputi Roland yang lebih tua dan berpengalaman menghentikan Tigreal dan menyuruhnya untuk mundur ke arah pasukan utama yang sedang dipimpinnya, sedangkan dia dan sejumlah kecil prajurit akan menahan lawan. Berdasarkan pemikiran bahwa dia akan menyelamatkan banyak prajurit, Tigreal memimpin para prajuritnya untuk mundur.

Setelah pertarungan tersebut, pasukan iblis, yang telah lama berdiam di perbatasan selatan Moniyan Empire dengan Barren Lands, dihabisi sepenuhnya, tetapi hanya pasukan Tigreal yang menderita korban dengan jumlah yang besar, dengan kelompok yang menahan serangan lawan tersebut dihabisi sepenuhnya. Melihat mayat dan darah yang berserakan di tanah, Tigreal sangat menyesali keputusan yang dibuatnya.

Setelah pertempuran ini, untuk menutupi kesalahan mereka, para tetua Knight of Light menolak untuk memberikan prajurit Second Regiment kehormatan yang mereka pantas dapatkan, dan menyebut mereka sebagai “pengkhianat yang tidak taat” karena mereka serakah akan penghargaan dan ini mengakibatkan jatuhnya korban yang tidak diperlukan. Setelah itu, mereka mencoba untuk menggunakan medali dan kenaikan jabatan sebagai cara untuk merayu Tigreal agar tetap diam.

Merasakan tekanan dari perjuangan yang gagal itu, serta tekanan dari keluarganya, Tigreal meninggalkan Moniyan dan datang ke Northern Vale yang dingin. Di daerah utara yang penuh es dan salju, Tigreal menjalin persahabatan dengan suku Northern Vale, dan yang lebih penting, dengan bertarung di sisi mereka, Tigreal menyadari bahwa sebagai seorang kesatria, hidup seorang teman lebih penting dari hasil pertempuran: karena kita memilih untuk bertarung demi melindungi orang-orang di sekitar kita. Jika pertempuran hanya berarti pengorbanan, maka kemenangan tidak berguna.

Setelah itu, Tigreal kembali ke Moniyan, kembali ke Knight of Light, dan menjadi pemimpin Knight of Light seiring berjalannya waktu, melindungi Moniyan dengan segenap tekad dan keberaniannya. Dalam cerita rakyat, selama terdapat tempat yang dapat diserang oleh kegelapan, selalu akan ada Warrior of Dawn yang akan memimpin semua orang untuk mengusir kegelapan tersebut.

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan komentar

Me

Author

Baca lainnya

Kategori