Rafaela, Support Meta Hero Tempel

Informasi Hero

Patch Note 1.16.18 (20/09/2021)

Harga: 6500 (Battle Point), 299 (Tickets)
Role: Support
Tipe: Regen/Guard

Profil Hero

Movement Speed245Physical Attack117
Magic Power0Physical Defense15
Magic Defense15HP2441
Mana545Attack Speed0.792
HP Regen7.2Mana Regen4.6
Basic ATK Crit Chance0Skill Crit Chance0

Kisah Fiksi Hero

Dengan berakhirnya Golden Era, sebuah celah Abyssal yang mengerikan muncul kembali di Land of Dawn, dan dari kedalamannya, energi kegelapan melonjak kembali. Kegelapan malam akan turun sekali lagi. Abyss datang mengancam.

Untuk melindungi dunia ini, Lord of Light memilih sejumlah gadis suci untuk mengandung para malaikat. Legenda mengatakan panwa nanya wanita yang dapat menjadi malaikat-oleh karena itu, mereka yang dipilih oleh Lord of Light hanya dapat melahirkan seorang perempuan.

Argus dan Rafaela adalah saudara kembar yang lahir di Moniyan Empire. Sacrist Monastery of Light memaksa ibu mereka untuk meminum air suci, atas nama Lord of Light. Oleh karna itu, dia mengandung sesosok malaikat di dalam kuil Lord of Light. Ibu mereka hanyalah seorang wanita biasa, dia dan kekasihnya saling setia satu sama lain. Namun di bawah pengawasan dan bujukan dari para Sacrist, dia tidak dapat berbuat apa-apa selain menerima ‘kehormatan’ yang dianugerahkan kepadanya oleh Lord of Light.

Proses mengandung bagi mereka yang mengandung sesosok malaikat adalah proses yang lama dan lambat. Selama tiga tahun, hatinya semakin berat, tersiksa dengan kesepian karena cobaan yang begitu lama. Dia merindukan kekasihnya, berharap dapat bersatu dengannya sekali lagi. Setelah dua tahun berlalu, dia tidak dapat menahannya lagi, dan kemudian melarikan diri dari kuil untuk bertemu kembali dengan kekasihnya; bersama, mereka hidup dengan bahagia sekali lagi. Namun itu hanya menjadi kebahagiaan yang singkat.

Tidak lama kemudian, para Sacrist berhasil menemukannya. Kekasihnya dibunuh di depan pencemaran keturunan Lord of Light, dan wanita itu dibawa kembali ke Monastery.

Satu tahun kemudian, wanita itu meninggal saat melahirkan. Hal yang mengejutkan adalah dia melahirkan anak kembar, dan salah satu bayinya, adalah seorang laki-laki.

Mata bayi itu terlihat sangat mirip dengan mata kekasih ibunya yang telah meninggal. Cleric of Light segera mengetahui situasi ini, menyadari bahwa anak laki-laki tersebut terlahir sebagai manusia-namun luar biasanya, dia juga memiliki kekuatan para malaikat. Para Sacrist ingin membunuh bayi laki-laki tersebut namun usaha mereka gagal, setiap kali mereka mencoba membunuhnya, cahaya yang menyilaukan keluar dari tubuh Rafaela, melindungi saudara laki-lakinya dari segala bahaya.

Hal ini dianggap sebagai suatu keajaiban. Mereka mengurungkan segala niat untuk membunuh bayi laki-laki tersebut. Sebaliknya, telah diputuskan bahwa kelahirannya akan dirahasiakan dari semua orang,

Kebenaran ini dirahasiakan dengan sangat baik oleh Monastery of Light hingga bahkan dua bersaudara ini sendiri juga tidak mengetahuinya.

Sejak saat itu, Argus dan Rafaela tumbuh bersama, menerima pendidikan dan pelatihan yang sama. Yang membedakan mereka adalah, bagaimanapun juga. Rafaela dilihat sebagai sinar cahaya yang indah: makhluk uci dan tak bernoda. Di mata orang-orang. Rafaela adalah satu-satunya malaikat sejati mereka. Di sisi lain, Argus ditempatkan di dalam

bayang-bayang, dan tidak akan pernah mendapatkan kemuliaan yang pantas diterimanya.

Namun Rafaela menyayangi dan mencintai saudaranya dan Argus juga menyayangi saudari perempuannya. Mereka berdua mendapatkan perlakuan yang sangat berbeda, dan Argus selalu diperingatkan bahwa satu-satunya pilihan untuknya hanya hidup di dalam bayang-bayang Rafaela, namun mereka berdua tidak dapat dipisahkan dan saling peduli satu sama lain. Mereka berdua memiliki hati yang baik, setelah mereka beranjak dewasa, mereka bersumpah untuk menegakkan misi bersama: untuk menggunakan kekuatan mereka demi melindungi kedamaian dan menyebarkan Light.

Pujian dan kekaguman pun datang, namun sayang, pujian-pujian tersebut hanya ditujukan kepada Rafaela. Walaupun Argus juga sama hebatnya dengan saudarinya, dan telah berusaha keras seperti Rafaela dalam menegakkan Light, pujian semua orang hanya tertuju pada Rafaela yang lembut. Walaupun dia telah berjuang untuk Light. Araus tetap berada di dalam kegelapan.

Rafaela menyaksikan semua hal ini, dan beberapa kali ingin membela saudaranya; untuk mengubah sikap orang-orang terhadap Argus. Namun dia tidak pernah berhasil. Dia tidak mengerti: mengapa semua orang menganggap Argus seperti orang yang dibuang? Tidak peduli seberapa keras Argus mencoba, seberapa besar pengorbanannya, mereka mengetahui itu semua, namun tetap memperlakukannya dengan sama.

Rafaela yang memiliki jiwa penuh perhatian, menyadari perubahan sikap Argus terhadap manusia. Dalam pandangan Argus, sifat manusia pada dasarnya adalah jahat, dan egois. Karena itu, mengapa dia perlu bersusah payah untuk mengambil hati mereka untuk dirinya? Saudara kembar tersebut berdebat mengenai hal ini, menurut Rafaela. Abyss merupakan akar dari seluruh Kegelapan di dalam kehidupan. Dia percaya bahwa umat manusia adalah baik, namun hal tersebut hilang setelah dicemari oleh Abyss. Tidak ada yang ingin mengubah sudut pandang mereka, tidak peduli seberapa keras mereka mencoba untuk membujuk satu sama lain.

Mereka berdua memiliki perbedaan dalam hal filosofi. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, taktik mereka di dalam pertempuran juga mulai berbeda.

Di tengah-tengah pertempuran, Argus terus maju karena ingin memenangkan pertempuran dengan cepat, yang akhirnya membuat dia jatuh ke dalam perangkap Demon. Rafaela memerintahkan pasukan untuk mundur, namun Argus mengabaikannya, dan masuk ke dalam sarang iblis.

Argus kembali dari markas lawan dengan sebuah Demonic Blade di tangannya, sebuah senjata yang memancarkan aura jahat. Dia dikelilingi oleh kabut hitam. Meskipun Rafaela mencoba untuk membersihkan Argus dari kegelapan ini, Argus melarikan diri dan membunuh pasukan yang ada di sekitar Rafaela sebelum berhasil pergi.

Sejak saat itu, Rafaela tidak pernah berhenti mencari berita tentang keberadaan saudaranya. Perilaku Argus tidak mengejutkan Sacrist Monastery of Light; sebaliknya, mereka menegaskan bahwa mereka telah lama menganggap Argus sebagai jiwa yang rusak dan hari ini tidak dapat dihindari. Kata-kata mereka mengguncang Rafaela, dan untuk pertama kalinya, keyakinannya juga ikut terguncang. Rafaela menghukum mereka dengan berat, dan meninggalkan Monastery of Light untuk mencari saudaranya yang hilang.

Beberapa bulan berlalu. Rafaela akhirnya bertemu kembali dengan Argus di Barren Lands. Namun, yang mengejutkan Rafaela adalah, Argus yang selama ini dia kenal telah lama hilang. Aura keemasan yang memenuhi dirinya, sayapnya yang bercahaya, tidak terlihat lagi, dan di tempat mereka berada terdapat aura yang penuh dengan kekejaman dan sayap kegelapan berwarna hitam pekat.

Tidak ada jalan untuk kembali… Rafaela ingin

mengangkat tongkatnya dan mengakhiri semua ini. karena itu merupakan tugasnya. Namun, kenangan-kenangan masa lalu muncul satu demi satu di dalam pikirannya, dan dia tidak mampu memaksa dirinya untuk melakukan hal tersebut. Di kejauhan, Argus menatap Rafaela, kemudian pergi dalam keheningan.

Sejak saat itu, Argus hanya akan semakin jatuh ke dalam Abyss. Terus-menerus dilanda oleh penderitaan dan kebingungan, dan terus tenggelam semakin dalam. Seiring berjalannya waktu, Rafaela tumbuh menjadi wanita seperti sekarang ini: malaikat yang yang dikagumi oleh semua orang, penyelamat dari bencana kiamat dan merupakan perwujudan dari Light. Meskipun demikian, dia tidak pernah mampu menghadapi sosok yang paling dekat dengannya.

Waktu terus berlalu, dan tidak dapat kembali. Tidak peduli manusia atau malaikat, tidak ada yang dapat mengembalikan waktu.

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan komentar

Me

Author

Baca lainnya

Kategori