Nana Hero Lucu yang Nyebelin

Informasi Hero

Patch Note 1.16.18 (20/09/2021)

Harga: 6500 (Battle Point), 299 (Diamonds)
Role: Mage/Support
Tipe: Poke/Guard

Profil Hero

Movement Speed250Physical Attack115
Magic Power0Physical Defense17
Magic Defense15HP2501
Mana510Attack Speed0.864
HP Regen6.8Mana Regen3.6
Basic ATK Crit Chance0Skill Crit Chance0

Kisah Fiksi Hero

Setelah Endless War, Land of Dawn dipenuhi dengan sisa peperangan, tetapi Moonlit Forest para Azrya masih dipenuhi dengan cahaya Moon Goddess. Selain para Elf, terdapat berbagai makhluk aneh lainnya yang hidup bebas dalam hutan yang lebat ini. Jarang sekali terdapat perselisihan di sini.

Para Leonin adalah ras yang paling aneh di hutan ini. Mereka berjumlah sedikit, tetapi mereka terlahir dengan penampilan yang imut, sikap yang cekatan, dan bakat untuk menggunakan kekuatan spiritual. Mereka menggunakan kekuatan ini untuk memanggang pai apel, menangkap ikan, dan melompat ke sana kemari di hutan… Selama para Leonin terbangun, Moonlit Forest adalah tempat yang dipenuhi keceriaan.

Nana adalah Leonin yang paling nakal. Dia terlahir di suatu malam yang dihiasi cahaya bulan dengan kekuatan spiritual yang luar biasa. Nana sangat antusias dan penuh energi, dan seringkali menggunakan kekuatannya untuk membantu teman-temannya di hutan. Sangat disayangkan bahwa dia, yang sangatlah gegabah dan ceroboh, entah menghanguskan pai apel orang lain ataupun mencabut tumbuhan beri. Perlahan-lahan, semua orang mulai menjauhi Nana.

Untungnya, ada seekor Leopard Cat bernama Molina yang selalu setia berada di sisi Nana. Molina adalah seekor Leopard Cat yang tinggal di bagian tepi Moonlit Forest. Dia tidak memiliki ayah, ibu, dan teman. Dia telah lama tinggal sendiri. Karena sebuah kecelakaan, Molina menyelinap ke dalam tempat perkumpulan Leonin, dan terjebak di suatu gua yang berbahaya, dan Nana adalah orang yang menyelamatkannya. Sejak saat itu, Molina sering mengganggu Nana. Tetapi Nana tidak suka berada bersama Molina sepanjang waktu. Dia merasa bahwa Molina, yang hanya memiliki kemampuan untuk berubah, terlalu lemah dan karena Nana selalu ingin membuat masalah, Nana merasa bahwa Molina seharusnya tidak selalu berada di sisinya.

Nana lebih menyukai bermain dengan para Leonin.

Meskipun dia merasa kecewa karena ditolak oleh semua orang, Nana, yang optimis, akan mencoba untuk membantu semua orang. Suatu ketika, para Leonin yang malas berkumpul bersama dan membahas tentang membangun suatu taman bermain yang akan menjadi milik ras Leonin. Untuk para Leonin, ini adalah sebuah acara yang langka dan serius, dan Nana berpartisipasi dengan penuh semangat.

Setelah bekerja keras selama berbulan-bulan, dengan usaha semua Leonin, mereka menggunakan Moonlight Stone yang diberikan oleh para Elf, kayu panjang yang diberikan oleh hutan, cat plester yang berwarna-warni dicampur dengan jus beri, dan benda lainnya yang diberikan oleh para roh alam untuk membangun Meow Playground yang luar biasa. Taman bermain ini memiliki kerangka untuk memanjat, kolam pemancingan, ruangan makanan penutup, trampolin raksasa…semuanya. Di hari taman bermain ini selesai dibangun, untuk merayakannya, para Leonin mengeluarkan minuman buah yang tua dan berdebu, memanggang ratusan pai apel dan memanggang ikan, dan minum di taman Meow Playground.

Nana paling menyukai acara seperti ini. Dia melompat ke sana kemari dengan gambira, mengambil minuman buah dan meminumnya. Dia minum dengan sangat bahagia. Ketika cahaya bulan tiba, Nana yang mabuk melompat ke atas panggung. Dia ingin menggunakan kekuatan spiritualnya untuk memanggang lebih banyak pai apel untuk semuanya. Tetapi ketika dia mulai membaca mantranya, kekuatan di tangannya mulai kehilangan kendali, dan sebuah badai pun tercipta, meluluh lantakkan Meow Playground hingga tidak dikenal lagi.

Melihat bahwa usaha keras seluruh bangsanya hancur oleh karena kesalahannya sendiri, Nana merasa bersalah dan ketakutan. Sebelum semua orang terbangun, dia diam-diam pergi meninggalkan para Leonin tanpa membawa apa pun dengannya, ingin mencari cara untuk mengendalikan kekuatannya sehingga dia dapat kembali dan membantu semua orang membangun tempat tinggal yang lebih menyenangkan.

Nana berjalan ke arah barat, perjalanannya dipenuhi dengan makhluk aneh. Dia mencoba untuk berbicara dengan beberapa makhluk kecil, tetapi semuanya mengabaikannya, membuat Nana merasa tertekan. Nana, yang tidak pernah keluar dari Moonlit Forest, merasa hilang dan kesepian, hingga dia menemukan bahwa Molina diam-diam mengikutinya sejak awal.

Molina mengerti rasa bersalah Nana dan perasaannya. Dia berkata kepada Nana: Di bagian selatan Azrya – Shadow Swamp di dekat Land of Despair, terdapat sebuah buah mistik yang tumbuh di tempat berbahaya dan dapat membantu penggunanya untuk mengendalikan energi mereka.

Nana sedikit terkejut bahwa Leopard Cat kecil itu masih mengikutinya, dan dia sedikit tersentuh. Tetapi Nana masih menolak permintaan Molina untuk mengikutinya ke Shadow Swamp. Dia khawatir bahwa akan terdapat bahaya di sepanjang perjalanan yang akan melukai teman kecilnya. “Jangan ikut aku.”

Tetapi setelah dia pergi, Molina menyusulnya dan dengan keras kepala menolak untuk pergi.

Nana menemukan bahwa untuk pertama kalinya Leopard Cat yang kecil dan lemah ini sangatlah keras kepala. Dia diam-diam merasa senang, tetapi dia menerima permintaan Molina dengan ragu.

Mereka melewati berbagai rintangan dan akhirnya mencapai Shadow Swamp. Di kedalaman gua tersebut, mereka menemukan buah ajaib yang mereka cari-cari. Nana pergi mengambil buah tersebut dengan bahagia, tetapi tidak menyadari bahaya yang mendekat. Di dekat Land of Despair, tinggal banyak monster yang telah dirusak oleh Abyss, sifat Nana yang murni membuat makhluk yang hitam legam dan buruk ini menjilat ludahnya dan membuka mulutnya yang menyeramkan.

Molina yang berada di sisinya menyadari bahaya ini. Melihat bahwa sahabatnya Nana akan memetik buah tersebut, dia berteriak dan menggunakan kekuatan transformasi yang terkadang bekerja – Molina menjadi seperti Nana dan berdiri di depan Nana yang tak berdaya.

“Meskipun aku lemah, aku masih dapat melindungi sahabatku.”

Nana, yang telah memperoleh buah tersebut, terdiam oleh semua yang telah terjadi di depan matanya. Dengan bantuan buah tersebut, Nana melepaskan kekuatan yang luar biasa untuk mengusir monster tersebut, tetapi Molina terluka parah. Nana menangis dan membagikan kekuatan spiritualnya dengan Molina, tetapi itu tidak berguna. Akhirnya, Molina memegang tangan Nana dan berbagi kekuatan transformasinya dengan Nana, berharap bahwa dia akan tetap ada bersama sahabatnya selamanya.

“Teruslah bahagia, teruslah bahagia selamanya.”

Ternyata mempelajari cara mengendalikan kekuatannya hanyalah awal dari perkembangannya. Nana meneruskan perjalanannya dengan berkat dan kepercayaan Molina.

Mereka yang tidak pernah lupa akan selalu bertahan hidup dengan cara lain; mereka yang tidak pernah melupakan tempat asal mereka akan selalu kembali ke sana.

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan komentar

Me

Author

Baca lainnya

Kategori