Hero Cecilion, Mage Spesialis Late Game

Informasi Hero

Patch Note 1.16.18 (20/09/2021)

Harga: 32.000 (Battle Point), 599 (Diamonds)
Role: Mage
Tipe: Poke/Burst

Profil Hero

Movement Speed255Physical Attack105
Magic Power0Physical Defense20
Magic Defense15HP2516
Mana700Attack Speed0.8
HP Regen6.8Mana Regen6
Basic ATK Crit Chance0Skill Crit Chance0

Kisah Fiksi Hero

Beberapa tahun yang lalu, menikmati opera malam yang dipersembahkan oleh Cecilion adalah bentuk hiburan paling populer bagi orang-orang di Castle Aberleen. Teater acara tersebut selalu penuh setiap kali aktor opera paling terkenal ini tampil. Semua orang tertarik dengan ketampanan dan bakatnya yang tak terlukiskan. Namun, tepuk tangan, cinta dan sorakan dari manusia tidak membuat Cecilion merasa bahagia. Dia merupakan salah satu Blood Demon, dan sulit baginya untuk memahami manusia.

Sejauh yang Cecilion ingat, rasnya telah tinggal di tempat manusia hidup. Kekerasan yang dilakukan Lord Lava terhadap para Blood Demon akan berarti masa depan yang kelam bagi mereka. Oleh karena itu, beberapa iblis memutuskan untuk meninggalkan Despair Place dan datang untuk tinggal di antara manusia. Mereka sangat ingin mencari pengampunan dari Lord of Light, hidup secara normal dan bergabung ke dalam lingkungan manusia. Namun kenyataannya mereka tidak hanya menderita karena kebencian manusia, tetapi mereka juga diburu oleh Abyss. Ketika Cecilion tumbuh dewasa, dia merupakan satu-satunya yang tersisa dari rasnya.

Untuk menyembunyikan identitas sebenarnya, Cecilion tinggal di dalam Castle Aberleen sebagai aktor opera dan berusaha menutupi seluruh kemampuan dan karakteristiknya yang berhubungan dengan Blood Demon, Dia terlihat tampan dan elegan di atas panggung, dikelilingi oleh ribuan orang. Namun di malam hari, Cecilion menghabiskan seluruh malamnya sendirian.

Hari-hari yang sepi berlanjut hingga Cecilion menciptakan suatu pertunjukan yang tak terlupakan. Saat dia pergi ke tengah panggung untuk mengambil busurnya, dia melihat Carmilla. Dan wanita cantik ini juga menatapnya. Pada saat itu, dua jiwa yang kesepian itu langsung jatuh cinta.

Meskipun Cecilion selalu memperingatkan dirinya sendiri agar tidak berhubungan dengan manusia, dia tidak dapat menahan rasa cintanya untuk Carmilla. Maka, dia memutuskan untuk mengikuti kata hatinya. Di setiap pertunjukan, Cecilion akan menyanyikan lagu untuk Carmilla dan mereka tidak pernah berhenti saling berpandangan. Ketika berbicara mengenai kehidupannya, Cecilion memilih untuk merahasiakannya. Bahkan ketika Carmilla meragukan gaya hidupnya, dia masih tidak mengatakan apa pun mengenai hal tersebut.

Seiring cinta mereka semakin kuat, mereka lebih sering bertemu secara diam-diam. Ayah Carmilla, Earl Ansaac mengetahui segalanya tentang apa yang mereka lakukan. Di matanya, Earl hanya menganggap Cecilion sebagai aktor opera rendahan. Dia merasa Carmilla harus menikah dengan pria yang memiliki kekuasaan. Ketika rasa cinta pasangan ini semakin mendalam, Earl Ansaac menghalangi hubungan mereka secara paksa, Carmilla dipenjara, Earl menyegel rumah opera dan mengasingkan Cecilion.

Segera setelah itu, terdapat rumor bahwa Earl Ansaac akan menikahkan anak perempuan satu-satunya, Carmilla, dengan Baron Tawil yang baru. Ketika mendengarnya, Cecilion sangat ingin melawan para penjaga dan membawa Carmilla pergi. Namun, dia mengetahui bahwa dia tidak dapat memberikan kebahagiaan untuknya, karena dia akan menjadi seorang buronan dalam pelarian. Setelah memikirkannya dengan baik-baik, dia memutuskan untuk menyerah.

Malam akan segera berakhir, dan saat fajar tiba Carmilla akan menikahi Baron Tawil. Sebelum fajar menyingsing, Cecilion meletakkan sekuntum bunga mawar dan sepucuk surat dengan namanya di jendela Carmilla kemudian pergi.

Namun apa yang tidak diketahui oleh Cecilion adalah bahwa bagi Carmilla gaya hidupnya yang suka mengasingkan diri tidak penting baginya dan dia tidak peduli apakah dia adalah Blood Demon atau manusia. Dia mencintai Cecilion apa adanya. Setelah mengenakan gaun pengantin putih, Carmilla memotong pergelangan tangannya dengan belati tajam, mengorbankan nyawanya karena dia mencintai Cecilion.

Tidak memperjuangkan Carmilla membuat Cecilion merasa sangat sedih, dan hidupnya seakan kembali seperti sebelumnya. Setelah dua malam yang sunyi, Cecilion pergi menemui Carmilla, menatapnya dari kejauhan.

Namun ketika Cecilion tiba, dia menemukan tubuh Carmilla yang telah dingin masih terbaring di sebuah pemakaman. Untuk sesaat Cecilion tidak merasakan apa pun selain rasa sakit dan penyesalan. Bagaimana dia dapat hidup sebagai manusia tanpa Carmilla? Bulan baru terbit, Cecilion melebarkan sayapnya dan terbang mengililingi kota di malam yang dingin, membawa kekasihnya.

Setelah hari itu, orang-orang dari Castle Aberleen tidak pernah melihat Cecilion atau Carmilla lagi. Hanya legenda pada malam itu, yang menyebar dari mulut ke mulut seiring dengan berjalannya waktu.

Ketika malam tiba, Carmilla bersandar di bahu Cecilion di atas menara Castle Aberleen, seolah waktu berhenti.

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan komentar

Me

Author

Baca lainnya

Kategori