Argus, Hero Dengan Ultimate Kebal

Informasi Hero Argus

Patch Note 1.16.18 (20/09/2021)

Harga: 32.000 (Battle Point), 599 (Diamonds)
Role: Fighter
Tipe: Charge/Burst

Profil Hero Argus

Movement Speed260Physical Attack100
Magic Power0Physical Defense21
Magic Defense15HP2628
Mana0Attack Speed0.876
HP Regen8Mana Regen0
Basic ATK Crit Chance0Skill Crit Chance0

Skill dan Pasif Argus

Pasif (Warmonger)

BUFF

Saat Argus menerima atau memberikan Damage, pedangnya mengisi Malice Energy. Saat terisi penuh, Basic Attack berikutnya menyerang sebanyak 1 kali, memberikan 155 (+80% Total Physical ATK) Physical Damage dan memulihkan 65 (+40% Total Physical ATK) HP untuk Argus.

Skill 1 (Demonic Grip)

BLINK, AoE

CD: 12.0
Tipe:Physical Skill/Blink

Argus memanggil Demonic Hand ke arah yang ditentukan, memberikan 125 (+60% Physical ATK Tambahan) Physical Damage kepada Hero lawan atau Creep yang terkena, menyebabkan efek Stun selama 0.7 detik dan saling menarik Argus dan lawannya. Argus akan bergerak ke tujuan akhir Demonic Hand jika tidak terdapat target yang terkena Hit.

Gunakan Kembali: Argus melakukan Charge tambahan ke arah mana pun, memberikan 175 (+100% Physical ATK Tambahan) Physical Damage kepada lawan yang terkena Hit.

Skill 2 (Meteoric Sword)

Damage, Debuff

CD: 10.0

Tipe: Physical Skill

Setelah waktu Charge yang singkat, Argus menyerang ke depan dengan Demonic Blade, memberikan 300 (+40% Total Physical ATK) Physical Damage kepada lawan yang terkena Hit dan menyebabkan efek Slow sebesar 80% selama 0.8 detik.

Ketika mengenai Hero, Demonic Blade juga menyebabkan efek Curse selama 4 detik. Target yang terkena efek Curse menerima 35 (+16 % Total Physical ATK) Physical Damage setiap 0.3 detik ketika bergerak dan meninggalkan Curse Trail yang memberikan Argus 40% Movement Speed tambahan ketika dia bergerak di atasnya.

Ultimate (Eternal Evil)

Death Immune, BUFF

CD. 36.0

Battlefield adalah taman bermainku dan aku tidak memikirkan hidup dan mati.

Pasif: Argus meningkatkan Physical Attack-nya sebanyak 10.

Argus berubah menjadi Fallen Angel, menghapus seluruh Debuff dari dirinya. Sementara itu, dia mengisi pedangnya hingga penuh, menjadi Immune terhadap kematian dan meningkatkan kecepatan Recharge pedangnya secara drastis selama 4 detik. Ketika efek ini berakhir, Argus memperoleh HP setara dengan 100% dari Damage yang diberikan kepada Hero selama periode ini.

Ketika status Eternal Evil berakhir, Stack yang diberikan kepada Turret akan di-Reset.

Kisah Fiksi Hero Argus

Argus dan saudara perempuannya, Rafaela, dibesarkan oleh ibu mereka. Kedua anak itu diberkati dengan penampilan yang sempurna dan garis keturunan yang menjanjikan; namun di sini, dia diperlakukan dengan berbeda dari saudara perempuannya.

Pujian, bunga, kemuliaan, dan kehormatan…

Argus tidak pernah diterima, sebaliknya, dia ditolak semenjak hari di mana dia lahir. Hal ini disebabkan oleh legenda kuno turun-temurun di Land of Dawn, yang menyatakan bahwa semua malaikat adalah perempuan-terlebih lagi, mereka yang dipilih oleh Lord of Light untuk mengandung malaikat hanya dapat melahirkan bayi perempuan. Identitas dan asal-usul Argus adalah hal yang dirahasiakan oleh Monastery of Light, bahkan dirahasiakan dari Argus itu sendiri.

Untuk menegakkan peraturan, Sacrist yang bertugas menjaga legitimasi Monastery of Light bertindak dengan kesepakatan yang luar biasa: menjadikan Rafaela sebagai perwakilan yang akan bertemu masyarakat, sementara Argus disembunyikan di dalam bayang-bayang, tidak akan pernah menjadi perwakilan dari Light, dilarang dari kemuliaan yang menjadi haknya.

Mereka semua yang berjuang mempertahankan peraturan terpecah di antara ketakutan bahwa Argus akan tumbuh untuk menjadi sosok buangan, dan merindukan kekuatan yang dimilikinya. Tanpa terkecuali, setiap orang ingin agar pria muda yang memiliki garis keturunan Lord of Light yang mengalir di nadinya ini dapat bersatu dengan saudara perempuannya, untuk melawan kekuatan Abyss.

Faktanya, keyakinan Argus terhadap Light dipegang teguh selama bertahun-tahun, sama kuatnya dengan keyakinan saudara perempuannya, Rafaela. Argus menyayanginya, dan tidak memedulikan siapa di antara mereka yang akan memiliki kemuliaan lebih; bagi Argus, kepentingannya tidak penting jika dibandingkan dengan melindungi apa yang benar. Meskipun demikian, selalu ada pertengkaran di antara saudara: sikap mereka terhadap manusia.

Dengan berakhirnya Golden Era, sebuah celah Abyssal yang mengerikan muncul kembali di Land of Dawn, dan dari kedalamannya, energi kegelapan melonjak kembali. Sudah menjadi kepercayaan umum bahwa Abyssal Demon adalah dalang dibalik semua ini, gagasan yang disebarkan oleh Rafaela, dan dia menyalahkan seluruh iblis dan Abyss atas kesengsaraan dunia. Di sisi lain, Argus, memiliki pendapat yang berbeda. Menurutnya, umat manusia yang harus disalahkan atas bangkitnya Endless War, karena kekacauan dan kebencian mereka memberi kesempatan para iblis yang kemudian mereka manfaatkan. Argus mencibir membayangkan berteman dengan umat manusia, menahannya dalam penghinaan yang pahit selamanya.

Rafaela selalu cenderung memaafkan manusia yang menyimpang dari jalan kebenaran, karena dia percaya bahwa mereka dapat berubah dan dipenuhi dengan Light untuk sekali lagi. Sebaliknya, Argus menganggap orang-orang tersebut tidak berguna, daun-daun mati pada Tree of Morality telah dipotong sebelum mencemari batangnya. Justru perpecahan antara dua bersaudara inilah yang memperburuk ketakutan orang lain terhadap dirinya.

Suatu hari di dalam pertempuran, Argus mengejar segerombolan iblis yang melarikan diri dari hadapannya. Saudara perempuannya mendesak dia untuk mundur, namun dengan gagah berani dia terus maju. Saat itulah dia terperangkap dalam perangkap Abyssal Demon, dan mereka menyergapnya, namun Argus tidak takut sama sekali. Sebaliknya, dia memanfaatkan penyergapan ini demi keuntungannya sendiri.

Pikiran tajam Argus sama kuatnya dengan kekuatan fisiknya dan dia membalikkan keadaan terhadap lawannya dengan mengizinkannya untuk dibawa lebih dalam ke markas mereka. Dia memusnahkan sebagian besar dari jumlah mereka. Sebelum pergi sekali lagi untuk memutuskan mencuri Demonic Sword legendaris yang disimpan di area tersebut, namun setelah dia menggenggam gagangnya, rentetan kenangan aneh memenuhi pikirannya

Sinar lembut cahaya bulan dan aroma bunga menjadi saksi pria dan wanita saat mereka saling bersumpah satu sama lain. Namun tidak lama kemudian, dia dibawa oleh sejumlah Sacrist yang menahannya, dan memaksanya untuk meminum air suci.

Semenjak hari itu dia mengandung, perutnya semakin besar hari demi hari. Saat dia bertambah besar, wajahnya menjadi semakin lesu. Dia merindukan kekasihnya, merindukan masa lalunya yang damai. Dua tahun memasuki tiga tahun kandungan yang harus dilalui untuk melahirkan anak Lord of Light, dia akhirnya tidak dapat bertahan lagi; dia melarikan diri dari Monastery of Light kembali ke pelukan kekasihnya yang telah lama hilang, dan mereka hidup bahagia bersama. Untuk sementara.

Sesuatu yang indah selalu tidak berlangsung lama. Sacrist melacak pasangan tersebut, dan langsung membunuh pria tersebut: karena di mata peraturan, dia telah mencemari garis keturunan suci Lord of Light. Lalu mereka membawa wanita tersebut kembali ke Monastery.

Dia hanya dipenuhi oleh keputusasaan, hanya ingin dapat bergabung dengan kekasihnya dalam kematian, Namun, setiap upaya untuk mengakhiri hidupnya dengan cepat dihentikan. Satu tahun kemudian dia meninggal pada saat melahirkan, dan meninggalkan anak kembar-seorang laki-laki dan seorang perempuan. Bayi perempuan tersebut bersinar dengan pancaran cahaya suci dari ujung kepala hingga ujung kaki, namun mata bayi laki-laki tersebut sangat mirip dengan kekasih ibunya yang telah meninggal.

Sacrist bersiap untuk mengakhiri hidup anak laki-laki itu. Namun pada saat mereka akan melakukannya, dia dipenuhi oleh cahaya terang yang keluar dari tubuh saudari perempuannya, dan mereka tidak dapat melukai bayi laki-laki tersebut. Hal ini dilihat sebagai keajaiban oleh para Sacrist, sebuah kepercayaan yang diperkuat dengan fakta bahwa bayi laki-laki itu memiliki kekuatan yang sama kuatnya dengan saudari perempuannya. Mereka tidak pernah berniat lagi melukai bayi laki-laki tersebut.

Saat itulah ingatannya terhenti, dan Argus sadar. Dia akhirnya memahami mengapa Monastery of Light berusaha menutupi identitas aslinya; akhirnya menyadari mengapa dia adalah satu-satunya malaikat laki-laki.

Karena dia bukan makhluk suci, namun, sosok yang paling dibenci mereka: putra manusia. Selain itu, semua manusia telah mengetahui hal ini dan tetap membunuh kedua orang tuanya untuk memanfaatkan kekuatannya sebagai milik mereka. Mereka telah mencuri dari Argus.

Demonic Sword ada di tangannya, dia mengabaikan permohonan saudari perempuannya dan meninggalkannya.

Dia mengetahui sedikit alasan mengapa pedang tersebut memiliki kekuatan yang luar biasa, alasan tersebut memberikan ingatannya yang hilang kepadanya, karena pedang tersebut dikutuk oleh God of Destruction: Cyd. Pikirannya tercemar oleh kutukan jahat ini, kebrutalan yang kejam bangkit dalam dirinya. Argus dipengaruhi oleh amarahnya sendiri.

Argus memusatkan amarah luar biasanya kepada seluruh umat manusia, dan pada saat Rafaela datang kepadanya sekali lagi beberapa bulan kemudian, dia dihadapkan pada pemandangan yang menakutkan. Sayap anggun Argus dengan segala kemilau cahaya tidak terlihat lagi. Sebaliknya, muncul sepasang sayap berwarna gelap dari punggungnya yang memancarkan aura kegelapan dan keputusasaan.

Bagi Rafaela, Argus telah tersesat ke dalam kegelapan dengan alasan yang tidak diketahui. Banyak manusia telah terbunuh olehnya. Terlepas dari semua ini, Argus tetaplah bagian dari keluarganya, saudara laki-lakinya: dan dia tidak mampu untuk mengangkat pedang ke arahnya.

Mereka saling menatap satu sama lain dari kejauhan. Argus tahu bahwa setelah mengerti kebenaran dari masa lalunya, tidak ada jalan kembali baginya. Dia menggenggam Demonic Blade-nya dengan erat, berbalik dan pergi meninggalkan Rafaela.

Malaikat tersebut telah meninggalkan semua yang pernah dia miliki. Dan kesucian memutuskan ikatan dengannya untuk selamanya.

Di masa lalu, darah manusia mengalir di dalam tubuhnya, dan dia diberkati oleh para Dewa itu sendiri. Di masa lalu, dia hidup berjuang untuk Light, untuk kedamaian. Sejak saat itu, bagaimanapun, itu adalah kutukan tiada akhir yang menyertainya, kutukan takdir yang diwariskan oleh God of Destruction.

Sekarang, dia adalah Argus: satu-satunya Dark Angel di dunia ini.

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan komentar

Me

Author

Baca lainnya

Kategori