Alucard, Hero yang Memiliki Banyak Kejutan

Informasi Hero Alucard

Patch Note 1.16.18 (20/09/2021)

Harga: 15.000 (Battle Point), 399 (Ticket)
Role: Fighter/Assassin
Tipe: Chase/Damage

Profil Hero Alucard

Movement Speed260Physical Attack123
Magic Power0Physical Defense21
Magic Defense15HP2621
Mana0Attack Speed0.9
HP Regen7.8Mana Regen0
Basic ATK Crit Chance0Skill Crit Chance0

Skill dan Pasif Alucard

Pasif (Pursuit)

BUFF

Jika Skill Alucard hanya mengenai 1 lawan, Skill tersebut memberikan 1.5 kali Damage. Setelah menggunakan sebuah Skill, dia dapat berlari ke arah target dengan Basic Attack berikutnya, memberikan 1.2 kali Damage Basic Attack. Skill-nya memperoleh 50% keuntungan Physical Lifesteal.

Skill 1 (Groundsplitter)

BLINK, AoE

CD 8.0
Tipe: Physical Skill/Blink

Alucard melompat ke arah yang ditentukan dan melakukan tebasan, memberikan 250 (+110% Physical ATK Tambahan) Physical Damage kepada semua lawan di dalam area dan menyebabkan efek Slow kepada mereka sebesar 40% selama 2 detik.

Skill 2 (Whirling Smash)

AoE

CD: 5.0
Tipe: Physical Skill

Alucard menyerang lawan di sekitarnya, memberikan 300 (+120% Physical ATK Tambahan) Physical Damage.

Ultimate (Fission Wave)

BUFF, Burst Damage

CD: 40.0
Tipe: Physical Skill

Alucard menyerap energi lawan yang berada di dalam area yang ditentukan, meningkatkan Physical Lifesteal-nya sebesar 40% dan mengurangi Movement Speed target sebesar 40% selama 4 detik. Dalam 8 detik, Pasif akan diaktifkan setiap kali dia memberikan Damage kepada target. Selama periode ini, dia dapat melepaskan Shock Wave yang kuat ke arah depan, memberikan 400 (+200%Physical ATK Tambahan) Physical Damage kepada lawan.

Kisah Fiksi Hero Alucard

Perang besar terakhir adalah kenangan indah bagi Moniyan. Light’s Order yang kuat, bersama dengan Penjaga Perbatasan Imperial, memusnahkan benteng iblis di jalur Moniyan dan Barren Land, memaksa iblis mundur kembali ke pedalaman Forsaken Waste. Tetapi bagi Alucard muda, perang itu hanyalah kenangan yang mengerikan akan rasa sakit dan kesengsaraan. Resimen kedua ayahnya menderita kerugian besar karena serangan yang terburu-buru. Ayah Alucard menghilang di dalam pertempuran, dan kemudian dinyatakan mati oleh Light’s Order.

Karena mereka tidak mematuhi perintah, resimen kedua tidak dihormati dan dipuji atas pengorbanan mereka, tetapi diberi label “tidak patuh” dan dikritik karena kurangnya disiplin. Ini merupakan pukulan besar bagi Alucard, yang selama ini menganggap ayahnya sebagai pahlawan dan panutan. Menghadapi rasa malu dan ejekan ke mana pun dia pergi, api balas dendam berkobar di dalam dadanya, dan dia bertekad untuk membawa kehormatan bagi nama ayahnya dan melenyapkan semua iblis di Land of Dawn. Oleh karena itu, dia meninggalkan tanah kelahirannya dan melakukan perjalanan ke Monastery of Light yang kuno dan misterius. Sebagai anak yatim piatu dari seorang prajurit yang tewas, Alucard segera diterima di Monastery of Light.

Pada tahun-tahun berikutnya, Alucard mempelajari berbagai keahlian bertarung di Monastery of Light. Dengan bakat alami dan tekadnya yang tidak pernah padam, dia segera menjadi murid paling menjanjikan di antara teman-temannya. Selama masa latihannya, Tigreal, Komandan Light’s Order, yang pernah bertempur di resimen kedua bersama ayahnya, sering mengunjungi Alucard di Monastery of Light, mengajarinya berbagai keahlian bertarung tingkat lanjut dan memberitahunya tentang tindakan heroik ayahnya.

Tigreal terkenal di seluruh Empire pada saat itu, dan Alucard sangat menghormatinya, menganggapnya sebagai saudara laki-laki. Namun, setiap kali dia menyebutkan pertarungan terakhir ayahnya, Tigreal selalu terdiam, matanya dipenuhi gelombang emosi yang kompleks. Alucard meragukan gagasan bahwa ayahnya telah meninggal dalam pertempuran. Dia yakin bahwa ayahnya masih hidup dan sedang menunggunya di suatu tempat.

Pada usia delapan belas tahun, Alucard akhirnya menyelesaikan semua pelajaran dan persiapan formalnya. Didukung oleh Tigreal, ia menjadi Arbiter of Light Monastery. Dia diperintahkan untuk pergi dan melenyapkan iblis serta kawanannya yang tersembunyi di seluruh dunia, jadi dia mengambil pedang tua ayahnya, yang Tigreal berikan kepadanya, dan berangkat. Atas nama ayahnya, dan didorong oleh kebenciannya yang mendalam terhadap iblis, Alucard segera menjadi pemburu iblis terhebat di dunia.

Sebuah insiden tidak terduga terjadi selama operasi perburuan iblis di perbatasan Barren Land. Alucard terluka oleh pisau sihir, menderita luka yang tidak dapat disembuhkan. Kegelapan mengalir ke dalam tubuhnya dari luka tersebut, dan lengannya mulai mengalami perubahan yang aneh… Untuk mencegah penyebaran mutasi ke seluruh tubuhnya, Alucard meminta seorang pandai besi tua untuk membantunya menempa sepasang sarung tangan. Dia bukan pandai besi biasa-dia adalah orang yang selamat dari pertempuran yang ditakdirkan itu, seorang anggota dari Light’s Order yang membantu mundurnya pasukan mereka bersama dengan ayah Alucard.

Dia mengenali pedang besar di tangan Alucard. Setelah mengetahui siapa dia, lelaki tua itu memberi tahu Alucard bahwa alasan resimen kedua dipaksa memasuki wilayah musuh begitu jauh adalah karena para ksatria tingkat tinggi pada saat itu rakus akan kemuliaan dan terlalu impulsif, yang menyebabkan resimen kedua terjebak dalam pengepungan yang ketat. Di saat putus asa, ayah Alucard memimpin beberapa prajurit untuk membantu mundurnya pasukan utama yang dipimpin oleh Tigreal, yang kemudian diserbu oleh pasukan iblis dan menghilang. Dia adalah satu-satunya yang selamat, diselamatkan oleh ayah Alucard.

Setelah mengetahui kebenaran, Alucard kembali ke ibukota dan menanyai Tigreal tentang pertempuran itu dan mengapa dia tidak memberitahunya apa yang sebenarnya terjadi hari itu. Melihat Alucard dipenuhi dengan amarah, Tigreal mengakui rasa bersalah yang dia rasakan karena meninggalkan pasukannya dan terpaksa menutup mulutnya atas perintah keluarganya. Dia mengungkapkan kesediaannya untuk menebusnya dengan cara apa pun yang dia dapat lakukan, bahkan mengklaim bahwa dia akan memberikan nyawanya jika itu hal yang diperlukan. Namun, sebelum Tigreal, yang dulunya seperti saudara baginya, Alucard muda terjerat dalam kebingungan. Dia tidak tahan untuk membunuh Tigreal, tapi dia juga tidak dapat memaafkannya.

Demi kehormatan ayahnya, Alucard meminta Empire untuk mengungkapkan kebenaran resimen kedua dan memulihkan nama ayahnya. Namun, para ksatria dalam pertempuran itu telah menjadi salah satu tokoh terkuat di Empire. Mereka menolak permintaan Alucard dan mengusirnya dari ibukota. Selain itu, Monastery of Light yang suci sangat menentang tangan kanan Alucard yang tidak wajar, berulang kali membuat masalah dan bahkan memanggilnya sesat. Untuk waktu yang lama, kebencian mendalam Alucard terhadap iblis dan keinginannya untuk memulihkan kembali kehormatan ayahnya telah mendorongnya ke dalam misi untuk menjadi seorang Arbiter of Light. Tapi sekarang, dihadapkan dengan Empire yang telah mengkhianati ayahnya, dan Monastery of Light yang memperlakukannya dengan tidak baik, Alucard membuat keputusan yang singkat: Untuk mengkhianati Monastery of Light dan berjuang untuk dirinya sendiri.

Pada tahun-tahun berikutnya, Alucard mulai mengembara di Land of Dawn, memusnahkan iblis ke mana pun dia pergi dengan caranya sendiri dan mencari petunjuk tentang keberadaan ayahnya. Tangan kanan iblisnya tidak hanya memberinya kekuatan besar, tetapi juga menjadi elemen yang tidak stabil yang terpaksa dia sembunyikan di bawah baju besinya yang berat setiap hari.

Setelah serangkaian pertempuran yang hebat, Alucard dikenal sebagai salah satu petarung paling legendaris di Moniyan. Setelah itu, semua orang tahu bahwa dimanapun iblis merajalela, pemburu iblis dengan tangan kanan gelap pasti akan turun dari langit dan tidak membiarkan siapapun hidup.

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan komentar

Me

Author

Baca lainnya

Kategori